
Tentu sebagian kita sudah familiar dengan istilah Kecerdasan Tubuh. Mungkin juga ada beberapa yang belum memahaminya.
Apa sih Kecerdasan Tubuh itu ? Di mana letaknya ?
Seperti kita ketahui, bahwa kecerdasan selalu dikaitkan dengan pikiran dan logika. Sifatnya adalah non-materi.
Tapi Kecerdasan Tubuh yang dimaksud di tulisan ini, bukan kecerdasan yang terkait dengan pikiran dan logika. Melainkan, kecerdasan berbasis tubuh.
Dr. Joe Dispenza dalam bukunya Becoming Supernatural meyakini bahwa selain pikiran yang pusatnya di otak, manusia juga memiliki sistem kecerdasan lain yang membentuk jaringan besar di seluruh tubuh-fisik dan berbasis kesadaran-tubuh.
Dr. Dispenza meyakini bahwa tubuh manusia memiliki kecerdasan bawaan yang dibawanya sejak lahir, disebut the body’s innate intelligence. Kecerdasan ini mampu mengatur dirinya sendiri tanpa campur tangan pikiran-sadar (otak). Masih menurut Dispenza, tubuh bukanlah sekedar mesin pasif. Tubuh memiliki “pikiran bawah sadar biologis”. Bahkan salah satu gagasannya yang terkenal, yaitu: “the body becomes the mind” -tubuh menyimpan kebiasaan emosi dan akhirnya bereaksi otomatis, seolah tubuh itu sendiri yang berpikir. Kecerdasan tubuh pun diyakini lebih cepat memberi respon dibanding kecerdasan pikiran.
Tapi di mana letaknya ?
Nah, di sini Dr. Dispenza menyebut ada banyak kecerdasan tubuh, tapi yang utama terletak di tujuh pusat energi, yaitu: Pituitary Plexus, Pineal Plexus, Thyroid Plexus, Heart Plexus, Solar Plexus, Superior Mesenteric Plexus, dan Inferior Mesenteric Plexus. Saat merujuk sudut pandang Energetik, mungkin nama atau istilahnya sedikit berbeda, namun letaknya persis sama di titik tujuh Cakra, yang berarti juga sangat dekat dengan pusat energi dalam tinjauan Human Design System.
Dalam perspektif HDS, tubuh juga memiliki kecerdasan bawaan yang dibawa masing-masing ketika lahir ke dunia dengan sistem navigasi alami, bahkan sebelum pikiran mencoba mengontrol segalanya.
Fungsi kecerdasan tubuh bukan untuk menganalisis sinyal tubuh, dan atau tekanan-tekanan yang masuk dari Head Center, Root Center, dan lainnya. Fungsi kecerdasan tubuh ini untuk menjalani hidup dan membuat keputusan yang selaras sesuai potensi energi masing-masing.
Tubuh punya “bahasa” sendiri untuk menyuarakan kondisinya.
Tapi bagaimana sebenarnya Kecerdasan Tubuh dalam HDS itu ?
Telah disebutkan di awal, bahwa Kecerdasan Tubuh perspektif HDS, tidak sama dengan kecerdasan pikiran yang ada di kepala.
Kecerdasan tubuh perspektif HDS jaringannya lebih halus lagi. Tubuh dianggap punya cara mengetahui secara langsung, tanpa harus melalui mesin logika terlebih dahulu.
Ketika pikiran bertanya, maka pola pertanyaannya sangat jelas. Banyak kegelisahan di dalamnya dan cenderung berbelit-belit. Itu ciri khas dari kecerdasan-pikiran.
Perhatikan pola pertanyaan dari otak logis berikut ini:
“Keputusan apa ya yang terbaik buatku kali ini? Apakah aku pantas memikul tanggungjawab besar pengelolaan Portal Indies? Apakah harus kujawab iya, karena memang waktuku banyak kosong? Atau biar aku tidak menjadi manusia rebahan di kamar ?”
Nah, ini pola pertanyaan yang dihasilkan oleh kecerdasan logis.
Berbeda dengan kecerdasan tubuh versi HDS.
Begitu pertanyaan model di atas muncul, maka Tubuh akan menjawabnya lebih cepat dan akurat. Tubuh punya pola berbeda dalam menyikapi jenis-jenis pertanyaan, di sebut Inner Authority. Ini ciri khas Human Design !
Bagi seorang Manifesting Generator yang basis kecerdasan tubuhnya terletak di Sacral Center dan Solar Plexus, tentu pola pertanyaan dan penawaran pekerjaan seperti di atas… bentuk responnya berbeda dengan tipe Generator, Projector, dan Reflector.
Anak-anak Manifesting Generator yang Spleen Centernya aktif, tentu mengerti bagaimana menjawab tawaran-tawaran yang masuk. Insting mereka jalan. Akan tetapi, bagi mereka yang Solar
Plexus Centernya sangat aktif, maka mereka perlu waktu untuk meredakan gejolak tubuh dari Solar Plexus ini. Setelah gejolak emosionalnya dirasa sudah reda, mereka akan segera membuat keputusan.
Seperti itulah kecerdasan tubuh. Seperti itulah aku yang seorang Manifesting Generator, -dan seperti itulah perspektif Human Design System menjelaskan sedikit dari kecerdasan tubuh yang menjalankan sistem energi di tubuh manusia-manusia sadar !
Yuk, menjadi sadar dengan HDS! (S. R. Siola)