
Hai, Sahabat Indies…
Sudah terbiasa mendengar istilah “Indigo”, kan?
Label “Indigo” terdengar akrab di telinga para praktisi kesadaran (Spiritualis) dan pekerja cahaya (Light Worker). Indigo bukan hanya tentang aura Nila saja, tapi lebih dari itu.
Dunia Psikologi Modern dan Neurosains tidak mengenal Indigo sebagai manusia berkepribadian “super” dikarenakan potensi aura Nila yang dimilikinya.
Tidak ada istilah “Indigo” di buku-buku manual Psikologi atau Psikiatri seperti Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, atau World Health Organization ICD.
Indigo adalah istilah khas dari sudut pandang “Spiritual New Age” pada 1970–1990-an, terutama melalui Nancy Ann Tappe.
Istilah “Indigo” ini kemudian berkembang dan dipopulerkan oleh Lee Carroll serta Jan Tober. Demikian juga dengan para praktisi Energetik. Mereka adalah pemain lama di dunia aura.
Lalu apa kaitannya “manusia Indigo” dengan Human Design System? Mengapa Sensitivitas pusat energi (Centers of Human Design) dianggap pemantik karakter “Indigo” ini?
Istilah “Indigo” sering digunakan untuk menggambarkan individu-individu yang memiliki sensitivitas tinggi baik secara emosional, intuitif, energetik, maupun psikologis.
Lalu apakah ada kaitan antara istilah “Indigo” ini dengan Human Design System (HDS)?
Jawabannya, tidak ada! Tidak ada bahasan resmi terkait “Indigo” di HDS.
Human Design System adalah sebuah sistem yang mencoba memetakan cara seseorang menerima, memproses, dan memancarkan energi melalui sembilan pusat energi yang dimilikinya (disebut, Center).
Walaupun Human Design tidak memiliki bahasan resmi terkait “Indigo” di dalam kurikulumnya, namun banyak karakter dengan pola sensitivitas tinggi di dalam HDS, sering dilekatkan kepada individu yang disebut “Indigo”.
Mengapa demikian?
Di dalam HDS, setiap Center memiliki fungsi tertentu. Ada yang menangkap ide-ide tinggi (Head Center), ada yang kemudian memproses ide-ide (Ajna Center), ada pusat komunikasi (Throat Center ), identitas diri (G-Center), pusat kehendak (Will Center), pusat intuisi (Spleen Center), kreativitas dan vitalitas (Sacral Center), pusat emosi (Solar Plexus Center), pusat pertahanan diri (Root Center), hingga sensitivitas terhadap lingkungan dan orang lain.
Ketika sebuah Center berada dalam kondisi sangat peka (baca: undefined, dan atau open), maka seseorang cenderung lebih mudah
menyerap ide dan informasi luar diri, menangkap tekanan mental dan psikis, menangkap tekanan kolektif-sosial, merasakan energi eksternal, dan mengalami overstimulasi.
Nah, sensitivitas tinggi inilah yang sering dianggap sebagai salah satu fondasi karakter “Indigo”.
Lalu Center apa saja yang sering dikaitkan dengan karakter “Indigo”?
Di HDS, terdapat sembilan pusat energi atau centers yang memiliki peluang sensitivitas tinggi dan kerap diidentikkan dengan karakter indigo, di antaranya:
1. Spleen Center
Splenic Center berhubungan dengan intuisi tubuh, insting, dan sensitivitas terhadap frekuensi lingkungan.
Sensitivitas tinggi di pusat energi ini membuat seseorang akan lebih cepat menangkap frekuensi dan vibrasi energi halus, peka terhadap niat tersembunyi, mudah merasa tidak aman di lingkungan asing,
dan sangat responsif terhadap energi eksternal diri.
Banyak praktisi HDS menyebut karakter ini sebagai “energi sensorik Indigo”.
2. Solar Plexus Center
Di HDS, pusat energi ini berhubungan dengan emosi dan gelombang perasaan. Individu yang peka di Solplex Center biasanya mudah merasakan emosi orang lain, memiliki empati tinggi, dan sering mengalami intensitas batin yang dalam. Fenomena ini juga sering muncul pada karakter Indigo yang dikenal emosional namun intuitif.
3. Ajna dan Head Center
Kedua pusat energi ini berhubungan dengan ide, inspirasi, tekanan mental, dan pola berpikir.
Ketika kedua centers ini sangat aktif (undefined) atau sangat terbuka (open), maka seseorang dapat berpikir sangat mendalam, abstrak, membaca pola, mempertanyakan sistem lama, sulit menerima kebohongan sosial, terdorong mencari makna hidup lebih besar, dan bahkan “menembus” kesadaran yang lebih tinggi.
Karakter-karakter ini sering diasosiasikan dengan Indigo yang dianggap tidak cocok dengan “sistem-bumi”.
4. G-Center
Pusat energi ini berhubungan dengan identitas, arah hidup, cinta diri, dan cinta universal.
Sensitivitas tinggi pada pusat ini membuat seseorang bisa sangat mencari keaslian dirinya,
sulit hidup palsu, memiliki dorongan kuat untuk hidup sesuai jiwanya sendiri. Ini sering muncul pada narasi Indigo sebagai “jiwa yang datang membawa misi”.
5. Sacral Center
Pada individu dengan tipe energi Generator dan Manifesting Generator yang sangat peka, tubuh mereka berbicara sangat jelas, energi terasa hidup dan mudah dirasai, seperti aliran gelombang, respons tubuh sangat akurat.
6. Open Centers
Open Center adalah satu kondisi Center, di mana mampu menyerap data, informasi, stimulus-stimulus dari luar, dengan mudah dan tanpa batas. Dalam HDS, kepekaan terbesar sering datang bukan dari Centers yang defined, tapi dari Centers yang terbuka (open).
Mengapa demikian?
Sebab, Open Center akan lebih terbuka lebar peluangnya untuk menyerap, membaca energi luat, mengolah, memperbesar, dan menyebarkannya.
Adapun Open Solar Plexus di HDS dikenal sebagai karakter yang sangat empatik dan mampu terhubung secara emosional-dalam dengan orang lain. Open Spleen Center dikenal sangat sensitif energi. Open Head dan Ajna sangat peka atau mudah berkoneksi dengan arus-ide dan inspirasi kolektif. Adapun Identity Center akan sangat sensitif terhadap diri, identitas, cinta diri, dan cinta universal.
Namun, sekali lagi penting dipahami bahwa, konsep “Indigo” sendiri lebih banyak berkembang dalam tradisi Spiritual New Age, dan belum diakui sebagai kategori ilmiah resmi di dunia Psikologi Modern, maupun Neurosains.
Adapun Human Design dianggap sistem yang lebih terbuka sekaligus reflektif-simbolik, dianggap lebih mampu memahami karakter khas dari “Indigo” ini dan menjembataninya. (S. R. Siola)